Arti Lambang Satuan

DHUAJA

Dhuaja Brigif 20 IMA JAYA KERAMO

BENTUK

1.     Dhuaja Brigif-20/Ima Jaya Keramo berbentuk persegi panjang dengan dasar terbuat dari kain beludru warna hijau tua berjumbai warna kuning emas sepanjang sisi/tepinya terbuat dari sutera.

2.     Pada bagian muka/sisi sebelah kanan dilukiskan lambang     pataka Kostrad ”Darma Putra”.

3.     Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan lambang Dhuaja Brigif dengan susunan sebagai berikut   :

a.     Bintang bersudut lima.

b.     Tameng.

c.     Tombak.

d.     Busur Anak panah.

e.     Untaian Padi dan Kapas.

f.      Pita (kain selendang) bertuliskan “Ima Jaya Keramo“.

4. Dhuaja Brigif 20/IJK memiliki ukuran sebagai berikut :

a.     Panjang : 58 cm.

b.     Lebar       :      42 cm.

c.      Jumlah    :        5 cm.

d.     Inti lambang : 38,32 cm.

5. Tata Warna dari Dhuaja Brigif 20/IJK yaitu :

a. Dasar kain beludru           : Hijau tua.

b. Dasar inti lambang           :   Hijau tua.

c.     Jumbai dari belakang       :   Kuning emas.

d.    Bintang bersudut lima     :   Kuning emas.

e.     Tameng                               :   Kuning, merah, putih.

f.     Busur Anak panah            :    Kuning emas.

g.     Tombak                              :    Cokelat dan putih.

h.     Padi dan kapas                  :    Kuning emas.              

i.      Pita                                     :    Merah.

MAHKOTA dan TIANG

Tiang dan Mahkota tempat meletakkan Dhuaja Brigif 20/IJK

1.     Mahkota berbentuk burung garuda akan terbang, berdiri pada landasan berbentuk lingkaran, bulu sayap berjumlah 10 lembar dan bulu ekor berjumlah 7 lembar.

2.     Dua buah lingkaran pada landasan.

3.     Hiasan pada pangkal landasan berjumlah 8 buah.

4.     Mahkota terbuat dari bahan logam kuning emas.

5.     Tiang terbuat dari kayu jati dipelitur warna cokelat/sawo.

6. Ukuran dari tiang dan mahkota sebagai berikut :

a. Mahkota (kepala tiang)                   :   17,5 x 12 cm.

b.   Panjang tiang sampai mahkota     :   200 cm.

c.   Garis tengah tiang                          : 4 cm.

7. Adapun tata warna dari tiang dan mahkota Dhuaja yaitu :

a.    Mahkota (kepala tiang) dibuat dari logam emas.

b.    Tiang dibuat dari kayu jati dipelitur cokelat.

c.     Tiang dibuat secara bersambung dengan penyambung kuning emas  berbentuk cincin.

d.     Tali berjumbai kuning emas dari benang sutera.

ARTI DAN MAKNA

DHUAJA

Lukisan

1. Bintang bersudut lima.

a.     Melambangkan dasar Negara RI Pancasila.

b.     Melambangkan institusi TNI AD.

2.    Tameng : pertahanan dari setiap ancaman.

3.   Busur dan  Anak panah.

a.    Setiap akan melangkah dan bertindak     selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b.    Kesiapsiagaan Prajurit.

c.    Berpedoman pada satu garis Komando.

d.   Berpikir dan berbuat secara cepat, tegas dan adil tanpa pandang bulu.

e.    Menjalankan    segala    perintah   dengan berusaha    memberikan     yang    terbaik   dan   selalu ingin mencapai prestasi yang terbaik.

4.    Tombak.

a.    Alat perang yang tangguh / kuat.

b.    Ketajaman berfikir.

5.     Padi dan Kapas : Lambang kemakmuran dan kesejahteraan.

6. Pita : Melambangkan alat pemersatu dan bentuk kesolidan prajurit infanteri dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Tata Warna

1. Kuning emas berarti luhur melambangkan keteguhan iman, kewibawaan dan kejayaan.

2. Hijau melambangkan kesuburan dan kedamaian.

3. Putih melambangkan kesucian dan kenetralan TNI.

4. Kuning melambangkan keluhuran.

5. Merah berarti melambangkan bekerja tak kenal lelah dalam berbakti dan berkorban kepada Nusa dan Bangsa.

Tulisan

IMA JAYA KERAMO, memiliki arti Maju Bersama atau Bersama Untuk Maju.

MAHKOTA DAN TIANG

1.     Burung garuda siap terbang diartikan kekuatan dan kesanggupan untuk membela bangsa dan NKRI.

2.    Cincin emas berarti pengikat untuk bersatu.

3. Hiasan runcing sebanyak 8 diartikan mempedomani 8 wajib TNI dalam setiap perilaku Prajurit.

4.    Jambul/jengger sebanyak 5 tekuk diartikan sebagai lahirnya TNI.

5.   Bulu sayap berjumlah 10 diartikan sebagai bulan kelahiran TNI.

6.   Bulu ekor berjumlah 7 helai diartikan bahwa setiap prajurit selalu memegang teguh Sapta Marga.