Persit KCK

Logo Persit Kartika Chandra Kirana

Persit Kartika Chandra Kirana (selanjutnya disebut Persit) adalah persatuan istri tentara (Angkatan Darat) yang didirikan oleh Ratu Aminah Hidayat pada 3 April 1946 di PurwakartaJawa Barat. Organisasi ini berasaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Dalam perkembangannya, Persit menyesuaikan organisasinya dengan reorganisasi TNI Angkatan Darat yang dimulai pada 1984. Dengan demikian, kedudukan Persit Kartika Chandra Kirana menjadi organisasi kemasyarakatan yang berinduk pada organisasi kemasyarakatan Dharma Pertiwi.

Sejarah Singkat Persit

Satu tahun setelah kemerdekaan Indonesia, organisasi istri prajurit TNI AD yang bernama “Persit Kartika Chandra Kirana” lahir. Organisasi ini berkembang di tengah-tengah perjuangan bangsa Indonesia yang dijiwai semangat dan cita-cita luhur telah berhasil merebut kemerdekaan.

Diawali pada tanggal 3 April 1946 saat Ny. Ratu Aminah Hidayat membentuk organisasi istri tentara di Purwakarta, Jawa Barat dengan nama Persatuan Kaum Ibu Tentara (PKIT). Selanjutnya di Serang, Banten juga berdiri organisasi yang sama dengan nama Persatuan Istri Tentara (PIT) dengan ketuanya Ny. Suhadi dan di Malang Jawa Timur organisasi tersebut diketuai Ny. S.R. Lasmindar.

Dan pada tanggal 15 Agustus 1946 akhirnya PKIT pun menyelenggarakan konferensi di Garut, Jawa Barat guna mempersatukan organisasi-organisasi istri tentara yang berada di daerah. Dan dalam konferensi tersebut pun akhirnya diputuskan bahwa PKIT berubah nama menjadi Persit.

Dalam perkembangannya organisasi ini tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan dan perkembangan TNI AD itu sendiri. Kelahirannya didorong oleh kesadaran bela negara serta ingin turut berjuang mendampingi suami dalam menunaikan tugas negara sesuai dengan sifat kewanitaannya.

Dalam merebut kemerdekaan, kegiatan dapur umum dan palang merah telah menjadi pilihan warga Persit. Seiring dengan perkembangan TNI AD, kegiatan Persit semakin meningkat. Pada tanggal 25-27 Oktober 1950 di Semarang diadakan kongres I Persit dipimpin oleh Ny. R.A. Hidayat dengan keputusan antara lain, Persatuan istri tentara diubah menjadi persaudaraan istri tentara (Persit). Mengenai struktur organisasi Persit, semua disesuaikan dengan struktur TNI AD. Pada tanggal 3 April ditetapkan menjadi hari jadi Persit.

Sejarah Indonesia yang rentan akan isu-isu pergolakan ideologi dan politik pada tahun 60an, yang mana mengakibatkan kewaspadaan akan adanya unsur-unsur non Pancasila yang masuk, maka pada tanggal 9 sampai dengan 2 Desember 1964 diadakan Kongres Darurat, dengan menghasilkan berbagai keputusan termasuk sebutan pimpinan Persit yang diubah menjadi Dewan Pimpinan (DPP) Persit. Persatuan Istri Tentara pun diubah menjadi Persatuan Istri Prajurit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK). Pimpinan dijabat oleh istri pimpinan TNI AD secara fungsional.

Visi Persit adalah ikut serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur material maupun spiritual berasaskan Pancasila. Sedangkan Persit memiliki dua misi yakni;

Pertama, membantu Kepala Staf TNI-AD dalam pembinaan isteri prajurit dan keluarganya khususnya di bidang mental, fisik, kesejahteraan dan moril, sehingga dapat menunjang keberhasilan tugas prajurit TNI-AD.

Kedua, mendukung kebijaksanaan pimpinan TNI dengan membina dan mengarahkan perjuangan istri anggota TNI AD, menciptakan rasa persaudaran dan kekeluargaan, rasa persatuan, dan kesatuan serta senasib sepenanggungan sebagai istri prajurit.